Arsitektur hadir dalam kehidupan manusia sebagai kebutuhan dasar akan hunian Perkembangan kebudayaan dalam masyarakat biasanya diikuti pula perkembangan ciri arsitekturnya Hal tersebut merupakan bukti bahwa arsitektur tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan masyarakatnya Melihat kebudayaan bukan hanya terpatri pada kebiasaan masa lalu akan tetapi lebih pada karakter dasar yang membentuk masyarakat tersebut salah satunya adalah masyarakat agraris Kebiasaan yang terbentuk melalui pengelolaan dan penyesuaian terhadap potensi alam melahirkan budaya yang arif dalam berkehidupan Berbagai bentuk penghargaan sebagai wujud rasa syukur diwujudkan melalui beragam tradisi yang berkembang di masyarakat agraris Arsitektur sebagai bagian dari budaya tersebut tidak luput dari sentuhan tangan arif sehingga melahirkan hunian yang berkarakter Beragam variasi hunian juga dimenggambarkan semakin berkembangnya kebudayaan dalam masyarakat agraris tersebut Melalui tradisi tutur hunian bahkan juga turut memperkaya khasanah budaya kita terlihat dari bagaimana transfer knowledge yang dilakukan masyarakat agraris meskipun tanpa tradisi tulisan namun dapat tersampaikan antargenerasi Dalam buku ini dijelaskan bagaimana budaya masyarakat agraris terbentuk kemudian melahirkan ruang ruang huniannya hingga perkembangannya kini terutama setelah lahirnya industri menyentuh kebudayaan mereka Arsitektur hadir dalam kehidupan manusia sebagai kebutuhan dasar akan hunian. Perkembangan kebudayaan dalam masyarakat biasanya diikuti pula perkembangan ciri arsitekturnya. Hal tersebut merupakan bukti bahwa arsitektur tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan masyarakatnya. Melihat kebudayaan bukan hanya terpatri pada kebiasaan masa lalu, akan tetapi lebih pada karakter dasar yang membentuk masyarakat ...tersebut, salah satunya adalah masyarakat agraris. Kebiasaan yang terbentuk melalui pengelolaan dan penyesuaian terhadap potensi alam melahirkan budaya yang arif dalam berkehidupan. Berbagai bentuk penghargaan sebagai wujud rasa syukur diwujudkan melalui beragam tradisi yang berkembang di masyarakat agraris. Arsitektur sebagai bagian dari budaya tersebut tidak luput dari sentuhan tangan arif sehingga melahirkan hunian yang berkarakter. Beragam variasi hunian juga dimenggambarkan semakin berkembangnya kebudayaan dalam masyarakat agraris tersebut. Melalui tradisi tutur, hunian bahkan juga turut memperkaya khasanah budaya kita, terlihat dari bagaimana transfer knowledge yang dilakukan masyarakat agraris meskipun tanpa tradisi tulisan, namun dapat tersampaikan antargenerasi. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana budaya masyarakat agraris terbentuk, kemudian melahirkan ruang-ruang huniannya hingga perkembangannya kini terutama setelah lahirnya industri menyentuh kebudayaan mereka.